Senin, 17 Agustus 2015

Tips Menghadapi Dosen Pembimbing Perfectsionis

oleh: Rian Apriliani

Menjadi sarjana adalah keinginan, namun menjadi sukses adalah impian semua orang. Kedua kata yang tak bisa menjadi satu kesatuan tersendiri di dalam masyarakat ini kerap menjadi momok yang serius bagi sebagian orang. Termasuk saya atau Anda. dahulu ketika seorang anak baru lulus SMA, orang tuanya dengan rasa bangga mendaftarkan putra putrinya untuk kuliah di kampus yang 'mungkin' menjadi keinginan mereka. Dengan alasan gengsi, bonafit, dan lain-lain tersebut para orang tua  menghantarkan putra putri mereka ke kehidupan kota yang keras. Pulang ke kampung halaman dengan sejuta cerita kepada sanak saudara bahwa anak mereka yang dahulu kecil sekarang sudah kuliah, yang dahulu manja sekarang belajar mandiri. Ketika orang tua membangga banggakan anaknya kesana kemari selama 4 tahun, kata yang diinginkan mereka ketika sudah menunggu selama itu hanya satu, SARJANA. Padahal pada kenyataannya apa yang mereka tahu tentang permasalahan mahasiswa? Kuliah hanya sekadar mendengarkan ceramah dosen dan mengerjakan tugas? Jika tidak ada tugas, main? Jika malas masuk kelas, titip absen?. Bukan. Mahasiswa memegang tanggung jawab yang berat sebagai peserta didik, sebagai anak, sebagai teman, sebagai anggota suatu organisasi, dan jika sudah tiba pada saatnya akan menjadi anak bimbingan dosen tertentu. Sekarang dimana letak permasalahan tersebut? jelas bukan fungsinya sebagai peserta didik, teman, anak, bahkan anggota suatu organisasi. Tetapi menjadi anak didik dosen tertentu. 
percaya kan sifat manusia pada hakikatnya berbeda beda? Nah itu permasalahannya, jika kita memperoleh dosen pembimbing yang mempunyai pemikiran di luar jalan kita. apa yang kita harus lakukan?
1. menuruti apa yang dimau
2. jika gagal, coba lagi dengan tetap mengikuti kemauannya.
3. tetap semangat
4. berdoa
5. jika lelah lambaikan tangan #uupss... :D
6. percaya bahwa Allah menguji manusia tidak mungkin diluar batas kemampuannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar