jika dilihat dari kedua pengertian tersebut, dapat disimpulkan jika skripsi merupakan bagian dari karya tulis ilmiah, yang secara otomatis sudah kita pelajari bahkan hafal diluar kepala bagaimana menyusun karya tulis ilmiah tersebut.
jika sudah mengerti apa itu skripsi, mengapa skripsi sampai sekarang masih menjadi polemik mahasiswa dalam menyelesaikan gelar S1 nya?
ada beberapa kendala yang membuat mahasiswa kerap malas mengerjakan sripsi, diantaranya:
1. nggak ada persiapan lahir dan batin
wah, ini nih yang bakalan jadi penghambat abadi, kata-kata 'aku belum siap' 'belum ada pikiran' 'hatiku belum mantep' itulah yang menjadi syaitan betah lama-lama tinggal di hatimu. kalau semester depan kamu mau buat skripsi, kamu harus sudah persiapin
dari semester sebelumnya, dari tingkat awal mungkin lebih baik, apa
yang mesti dipersiapin?? jurnal-jurnal dan mental!! searching
sebanyak-banyaknya jurnal yang bagus terutama cari yang tidak
inkonsistensi karrena hal itu akan memperlancar membuat latar belakang.
kalau kurang persiapan (seperti saya) pas masuk awal semester kamu malah
sibuk cari jurnal, padahal harusnya kamu sudah siap dengan latar
belakang. selain mempersiapkan materi dan jurnal, kamu juga harus mempersiapkan mental. karena menta inilah yang menjadi ruh dalam menjalankan sripsi. tanpa mental yang kuat, skripsimu gak jalan-jalan deh...
2. bingung topik, yang imbasnya bingung nentuin judul
memilih topik yang kamu kuasai, atau gak kalau kamu sudah dapat jurnal
yang inkonsistensi, mending jurnal itu yang dijadiin referensi. dan
judul kamu gak jauh-jauh dari judul jurnal tersebut. dan satu hal yang
bikin skirpsi gak kelar atau kelarnya lama, tentu saja suka ganti-ganti
judul. kamu sudah dapat jurnal yang inkonsistensi tapi kemudian kamu
menemukan jurnal yang bagus terus kamu putusin mau pilih jurnal itu,
haduuuh gak bener itu. konsisten lah sama apa yang kamu ambil.
setelah dapet topik yang 'pas di hati' langkah selanjutnya adalah tentukanlah nama yang baik untuk skripsimu..
3. dosen pembimbing
ini salah satu hal yang fatal yang membuat skripsi gak kelar-kelar.
mungkin kita punya hak untuk memilih dosen yang kita mau tapi yang
memilihkan adalah kajurnya, kalau hal ini untung-untungan. dan apesnya
kalau kamu dapat dospem yang gak peduli, gak tepat waktu, gak ngarahin
kamu harus ngapain, yang santai bahkan terlalu santai, gak nargetin
pertemuan ke berapa harus sampai mana, gak masuk-masuk kuliah, gak
ngebantu, dosen pembimbing yang terlalu sibuk, dan masih banyak lagi deh..
4. sifat sang putri -pemalu-
sifat ini juga akan menjadi batu sandungan skripsi kamu, kamu tuh sudah
gede, jadi sedikit-sedikit kalau perlu sekalian banyak berubahlah jangan
jadi pemalu, karena kalau kamu pemalu gimana mau nemuin dosen pembimbing,
bertanya ini itu sama dosen pembimbing, cari sekolah, cari perpustakaan, semua
itu perlu keberanian. kan udah ada pepatahnya 'malu bertanya sesat dijalan', tapi jangan kebalikannya ya ' banyak bertanya gak jalan-jalan' haha...
5.buku buat refrensi plus dapusnya
gak afdol kayanya kalau ngerjain skripsi gak baca buku, kalau pengen
skripsi kamu lebih baik yang baca-bacalah buku, perpus tempat kuliah
kamu kekurangan buku, bukunya gak lengkap? cari di perpustakaan
universitas lain! ini nih susahnya apalagi kalau pemalu, :( untuk
mempermudah setiap kamu ambil pengertian atau apalah dari buku itu kamu
juga harus menulis daftar pustakanya. gak lucu kan kamu mengambil
pengertian dari buku itu eh gak nulis daftar pustakanya. lah terus
gimana nanti ngisi daftar pustakanya apalagi kalau bukunya dari perpus
universitas lain, repoot mesti balik lagi. untuk poin refrensi ini, kuncinya adalah, setiap kamu ngutip dari salah satu buku, segera tulis juga di daftar pustaka, biar gak dikira plagiat cuy..
6. punya pacar yang rewel
ini nih penghambat nomor selanjutnya yang bisa bikin skripsi kamu 'mandeg' alias macet di tengah jalan. punya pacar sih fine-fine aja ya, tapi kalo pcarnya rewel setengah mati? nah lo, ya mau gak mau harus bagi waktu dong antara skripsi dan si 'bawel'. padahal skripsi itu butuh yang namnaya konsentrasi tingkat tinggi, nah jalan satu-satunya adalah milih salah satu, pacar atau skripsi, atau cari pacar baru yang pengertian 100%. hehe..
7.sifat syaiton -malas-
susah deh kalau udah punya kebiasaan malas kaya gini, seperti saya
bukannya ngerjain skripsi malah cuap-cuap disindang haha. membuat skripsi itu
kadang suka bikin malaaaas banget, buat nyentuhnya aja ogah gimana mau
ngerjain, jadi hilangkan sifat ini, inget sama orang tua kamu yang
pengen ngelihat anaknya sarjana!! orang tua kamu sudah cape-cape cari
biaya tapi kamu malas? hemmm ini saatnya bikin orang tuamu bangga! kalau
perlu pasang foto kedua orang tuamu di laptop jadi tiap malas, kamu
ingat perjuangan orang tuamu. tunjukkan kalo kamu juga bisa lulus sesuai target mereka. Biar gantian adek kamu yang kuliah -hehe...
8. menduakan bahkan mengempat belaskan internet
hari gini, pastinya semua anak muda punya yang namanya jejaring sosial, ehmm kamu pengguna facebook? twitter? kayanya kalau pas buka laptop dan
connect ke internet rasanya gak tahan banget buat gak buka sosial media
itu. duuh mending jangan dulu buka deh, FOKUS skripsi. kalau buka sosial
media gitu malah keasyikan dan akhirnya skripsinya gak dikerjain. sekarang juga 'tutupen' sambenanmu (sosial media).. #oplosan kali... hehe
9. punya target
nah ini ni hal yang bikin sifat2 syaiton keluar dari tubuhmy, yaitu kamu harus punya target setiap harinya! misalnya seminggu ini haru
selesai bab 1 dan 2. minggu berikutnya fokus cari sekolah dan
perpustakaan, trus minggu berikutnya konsul, trus minggu berikutnya dll.. pasti skripsi kamu dalam waktu 6 bulan bakal selesai deh. apalagi terget setelah lulus mau nikah, wah pasti gak sabar nih buat segera resepsi pernikahan. haha... eiitszzz.... tapi kalau kamu target skripsinya tahun depan siiih itu
beda cerita, huahahaha
10. do'a
ini nih unsur spiritualnya. pernah denger 'dimana ada kemauan, disitu ada jalan' lha pesan itu gak bakal bisa terwujud deh tanpa adanya bantuan dari sang pencipta. tanpa kita pungkiri, kita kan mahluk Tuhan, mahluk yang beragama. ya to? maka dari itu minta lah doa sama orang tua kamu, doa orang tua itu manjur apalagi ibu.
tapi kamu juga harus berdoa, minta didoain sama orang tapi kamu sendiri
malas berdoa? sama aja zonx donk..
11. fokus ke hal yang lain
ehemm buat kamu yang kuliah sambil memikirkan hal lain, misalnya kerja, hal ini bisa jadi batu sandungan ada
juga yang sukses skripsinya, pintar-pintar bagi waktulah, kamu kerja
buat apa? buat kuliah? terus kalau kuliahnya lama karena skripsinya gak
kelar-kelar, kamu cuma buang-buang duit, kapan dong bisa nabung buat
masa depan? kapan dong mau melangsungkan pernikahan dengan pujaan hati? ciatt ciatt ciatt ciatt...
12. terlalu mencintai kampus
inilah yang disebut sebagai jawara mahasiswa abadi. kalo dijadiin kontes, bakalan seru nih. haha ada loh yang bilang mending lama jadi mahasiswa daripada sarjana jadi penggangguran, karena mahasiswa titelnya lebih terhormat dibanding pengangguran. itu sebenernya pemikiran yang salah kaprah dan salah total. karena sarjana yang mai mampu menciptakan lapangan pekerjaan titelnya lebih terhormat daripada mahasiswa abadi yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa ada hasil. bingung mau buka lapangan kerja apa? eee... gak usah bingung, kan dimana ada kemauan disitu ada jalan. misalnya nih ya, buka counter pulsa, buat pabrik hand made kecil-kecilan, atau bisa budidaya jamur, atau yang lainnya. yang penting kuncinya GAK BOLEH MALU UNTUK MENCOBA. okey...
13. jurusan mempersulit
ya.. inilah yang merupakan kendala utama mahasiswa dalam menulis skripsi. yaitu jurusan yang mempersulit, baik dari dosen pembimbing, format pembuatan skripsi, konsultasi, ujian pendadaran, sampai ujian tambahan untuk menyongsong wisuda. kalau kita sebagai mahasiswa yang udah niat 100% nulis skripsi, dan tiba-tiba ada syarat dari jurusan ada ujian kelulusan selain ujian pendadaran, jelas syok banget dahh...
walaupun bagaimanapun juga itu merupakan kebijakan 'yang memberatkan mahasiswa' tetap harus dilaksanakan oleh yang bersangkutan. solusinya ya berdo'a dengan kusyuk guys... berusaha tanpa akhir, dan jangan mudah menyerah. oke guys.. ;)
saya pikir cukup sekian ya guys..
12. terlalu mencintai kampus
inilah yang disebut sebagai jawara mahasiswa abadi. kalo dijadiin kontes, bakalan seru nih. haha ada loh yang bilang mending lama jadi mahasiswa daripada sarjana jadi penggangguran, karena mahasiswa titelnya lebih terhormat dibanding pengangguran. itu sebenernya pemikiran yang salah kaprah dan salah total. karena sarjana yang mai mampu menciptakan lapangan pekerjaan titelnya lebih terhormat daripada mahasiswa abadi yang hanya bisa menghabiskan uang tanpa ada hasil. bingung mau buka lapangan kerja apa? eee... gak usah bingung, kan dimana ada kemauan disitu ada jalan. misalnya nih ya, buka counter pulsa, buat pabrik hand made kecil-kecilan, atau bisa budidaya jamur, atau yang lainnya. yang penting kuncinya GAK BOLEH MALU UNTUK MENCOBA. okey...
13. jurusan mempersulit
ya.. inilah yang merupakan kendala utama mahasiswa dalam menulis skripsi. yaitu jurusan yang mempersulit, baik dari dosen pembimbing, format pembuatan skripsi, konsultasi, ujian pendadaran, sampai ujian tambahan untuk menyongsong wisuda. kalau kita sebagai mahasiswa yang udah niat 100% nulis skripsi, dan tiba-tiba ada syarat dari jurusan ada ujian kelulusan selain ujian pendadaran, jelas syok banget dahh...
walaupun bagaimanapun juga itu merupakan kebijakan 'yang memberatkan mahasiswa' tetap harus dilaksanakan oleh yang bersangkutan. solusinya ya berdo'a dengan kusyuk guys... berusaha tanpa akhir, dan jangan mudah menyerah. oke guys.. ;)
saya pikir cukup sekian ya guys..
pokoknya jangan menganggap skripsi sebagai hal yang WAAUUUU banget, tapi anggaplah skripsi sebagai tugas yang harus diselesaikan sebelum selesai semester 8.
dimana kemauan, disitu ada jalan lho guys.. SEMANGAT ya... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar